share about tips


2011-02-27

Kunci Pengupayaan para Pendekar Universitas?

. 2011-02-27
0 comments

Ratusan sarjana mengambil kunci pengupayaan ini untuk bisa keluar dari pintu civitasnya yang dirasa sudah menjenuhkan, dan dirasa sudah tak pantas lagi untuk dihuni. Karena merasa sudah waktunya untuk mengatakan selesai dan maju menjadi pendekar-pendekar yang ampuh. Ratusan sarjana dari banyak civitas yang bergenre keguruan lainnya pun tak terlalu berbeda, mengambil kunci pengupayaan untuk keluar.

Ratusan upaya dari sarjana setiap tahunnya mengupayakan untuk meningkatkan upaya yang diupayakan walau dan masih serta memang begitu adanya disimpulkan upayanya memberikan trend upaya yang positif dan jitu untuk meningkatkan yang diupayakan. Berkali-kalinya diupayakan setiap tahunnya dan ditiru pula secara menurun dengan upaya yang kurang lebih berbeda tapi masih saja sama hasil upayanya, mengerucut kalau upayanya sukses diupayakan, lantas? Menjadi upa.

Upa itu sebutir biji pari yang telah dipanen dengan ani-ani kemudian digepyok agar terpisah satu-satu menjadi gabah kemudian ditutu agar bisa terkelupas kulit arinya secara sehat menjadi beras kemudian dipesusi untuk menyaring yang berkualitas dan yang tidak (seperti banjir besar nabi nuh, dipilih) kemudian dimasak adakadabra kemudian menjadi sega dan tak sengaja ketika akan dimakan terjatuhlah barang sebutir sega itu. Alakazam berubahlah sega itu menjadi upa, bukan rice (pari=gabah=beras=sega=upa=fried rice ajeg saja). Benarkah menjadi upa?

Pertolongan Tuhan untuk Ku dari upaya yang tak menghasilkan upa adalah upaya doa terlogis dan terhebat yang sedang kuupayakan dengan upaya yang hebat, dan ini adalah upaya yang benar-benar saya yakini kesterilannya dari variabel-variabel lain yang bisa saja hidup berdampingan, dengan sesuatu yang kusebut upaya hebat nan ampuh itu, tapi nyaman saja kuupayakan kalau variabel-variabel yang lain itu, sirna. Tapi yang ini tidak. Steril, karena hanya aku dan kamu lewat dia yang dirindukan.

Yaa Tuhan, jangan jadikan upa upaya-upaya ribuan pendekar dari padepokan perguruan itu. Jangan ijinkan untuk jatuh sebutir nasi itu. Ikhlaskan dan ridlai untuk masuk ke dalam lambung-lambung manusia muda negeri ini. Membekas dan menjadi satu bagian pengetahuan mereka membelajarkan diri, pendidikan.

Doa njaluk Pertolongan Tuhan untuk Ku, seBAB PITUlunganmu sing ampuh nyirnaaken males iki.

written by Edwing

Read More »»

2011-02-05

PUISI | Perempuan Dalam Cermin

. 2011-02-05
0 comments

perempuan dalam cermin

tersenyum dengan mata sendu

melebam pada kelopak-kelopak mata

seperti kelopak bunga, layu, menguning, dan mati



perempuan dalam cermin,

berkata, kata dalam cermin,

bermuslihat pada lelena

antara harum bunga dan mabuknya cinta

tersipu, kemudian memerah meredam duka



aku suka caramu memandang dunia,

dari dalam cermin,

menyimpan cahaya bulan pasi

dan menyembunyikannya, dalam anggun gelora

antara suka dan duka



kini kita saling memandang,

seperti bercermin karena akan ke pesta*

bergetar pada mata dan hati

melihat diri kita tampan dan jelita,

bukan wajah dan kulit pastinya,

tapi, paling tidak pada kata

yang disembunyikan dalam cermin,

cermin antara kau dan aku,

dimana kita saling memandang

tapi tak bertemu.


By Galuh W.P

Read More »»
 

Chat

{nama-blog-anda} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com